Ikut melanjutkan apa yang sudah dimulai-Nya

Hidup kita sekarang ini adalah lanjutan dari generasi sebelum kita. Para pendahulu kita, mereka kini sudah beristirahat dari jerih lelah mereka. Amin. Seizin Allah. Kelak kita pun akan beristirahat juga. Saat itu tiba, pasti ada yang akan melanjutkan apa yang kita kerjakan. Bagaimana bentuknya nanti kita tidak tahu. Setiap zaman ada tantangannya masing-masing. Setiap tantangan ada jawabannya masing-masing juga.

Photo by Reuben Juarez on Unsplash

Kisah kitab suci penuh dengan proses melanjutkan karya hidup. Bukan sesederhana memiliki keturunan semata atau warisan harta belaka. Tetapi kesediaan untuk melanjutkan kebajikan sesuai tuntunan kebijaksanaan ilahi. Para Nabi, Rasul, dan terutama Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita, menghidupi karya-karya kebajikan dan kebijaksanaan yang memberi dampak besar bagi dunia ini.

Karya-karya kasih mereka tidak berhenti sampai sekarang. Turun temurun, zaman demi zaman, ada begitu banyak orang-orang yang melanjutkan karya-karya mereka. Ada penghayatan dalam batin bahwa apa yang dikerjakan bukanlah semata-mata karya yang dijalani seorang diri saja, tetapi juga bersama Dia, yang kuasa kasih-Nya setia, yang lantang menyuarakan panggilan-Nya yang lembut, kurang lebih seperti ini: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”

Suara-Mu yang lembut mengajak kami untuk ikut berkarya bersama-Mu menciptakan kebaikan demi sejahtera bumi ini. Berjalanlah selalu bersama kami ya Allah, melalui Firman dan Roh-Mu, supaya kami cakap mengerjakan apa yang harus kami kerjakan bersama-Mu sampai kami beristirahat kelak. Amin.