Tuhan mengaruniakan kepada manusia rasa takut. Mungkin maksudnya supaya kita waspada terhadap apa-apa yang dapat mencelakai dan menyakiti kita. Sewaktu indera kita mencermati apa yang menyebabkan kita terancam, menurut ahli medis, sekian jenis hormon, urat syaraf, proses kimia di otak, pencernaan sampai otot bekerja keras. Rasa takut patut disyukuri. Ia menjadi pemicu pertahanan diri dari bencana yang datang.
Apapun penyebabnya, kalau kita takut, kita butuh ditolong. Sebab tanpa pertolongan yang tepat, rasa takut dapat bertumbuh dan berkembang kepada apa-apa yang tidak baik bagi tubuh dan kondisi mental kita. Untung saja, kita ini adalah makhluk yang memiliki aspek yang utuh dan lengkap meliputi, tubuh, mental dan spiritual. Sehingga jika yang satu lemah yang lain dapat mengisinya.
Dengan iman kita tertolong untuk menyikapi rasa takut kita secara proaktif. Kita percaya bahwa kuasa Allah jauh lebih besar dari apa yang menyebabkan ketakutan kita. Oleh sebab itu jika ketakutan muncul, apapun penyebabnya, ketimbang mengambil tindakan serampangan dan sembarangan lalu cepat menyimpulkan keadaan, kita dapat memilih untuk berpengharapan kepada apa yang baik, benar dan indah. Kepada Allah, Pencipta dan Pemelihara jiwa kita yang setia-Nya nyata.
Terima kasih untuk rasa takut yang Engkau karuniakan ya Allah. Sebab melaluinya kami diajar untuk tidak berbangga diri dengan kekuatan diri kami. Tangan kokoh-Mu yang terulur ya Allah, selalu kami rindukan dan akan kami genggam erat selalu, manakala ketakutan menerpa diri kami. Amin.
