Kehidupan spiritual penuh dengan ajakan tentang bagaimana cara kita menanggapi. Bagaimana kita merespons peristiwa yang dialami dalam keseharian hidup. Setiap tanggapan itu pasti menghasilkan akibat. Baik bagi diri kita maupun orang lain, dan bagi munculnya makna baru terhadap peristiwa-peristiwa.
Kehidupan spiritual juga penuh dengan ajakan untuk menyadari bahwa diri kita sebenarnya bukan yang utama, penting dan paling benar. Sebab yang utama, penting dan paling benar adalah kasih dan kebaikan. Sifat utama dari Allah, Pencipta kita. Kesediaan diri dalam melembutkan hati dan menjernihkan pikiran untuk menyadari kenyataan ini, akan membuat kita menjadi pemicu hadirnya kebenaran, kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan bagi dunia.
Pada akhirnya kehidupan spiritual adalah sebuah proyek kerjasama antara kita dan Allah. Dia lebih dahulu memulai kasih dan kebaikan-Nya. Dia bersedia mengaruniakan Roh-Nya menguasai diri sehingga kita layak ikut serta memperjuangkan apa yang paling utama, paling penting, paling benar, paling mendesak, paling indah di dunia ini. Kasih, kebenaran dan keadilan.
Engkaulah yang paling utama, penting, benar dan indah ya Allah. Kuasailah kami dengan Roh-Mu, supaya setiap tanggapan kami dalam peristiwa hidup hari ini menjadi pemicu hadirnya kebenaran, kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan dalam pandangan-Mu. Amin.
Saran-saran aplikasi tindakan iman:
- Lakukan satu tindakan kebaikan, demi kebaikan itu sendiri, bukan demi kita.
- Lakukan satu tindakan yang benar dalam pandangan Allah.
- Berpuasa untuk latihan penyangkalan diri.
