Sewaktu masih berada dalam rahim ibu, kita hanya melihat kegelapan. Namun karena perkenanan anugerah Allah, kita lahir dan melihat terang. Ada saatnya kesunyian maut datang dan kita kembali melihat gelap. Namun tidak selama-lamanya gelap maut itu mencengkeram. Kuasa kebangkitan Kristus akan membuat kita kembali melihat dan dilingkupi terang kasih-Nya.
Hidup kita tidak lama di bumi ini. Tetapi selama hidup yang rapuh dan singkat ini, kekuatan dari Allah diberikan-Nya menopang kita. Tidak selalu apa yang indah dan menyenangkan terjadi. Namun perlindungan-Nya hadir dalam berbagai bentuk yang membuat kita tidak ragu memuji kasih-Nya.
Perlindungan Allah tentu tidak bermaksud membuat kita kebal terhadap derita dan sengsara. Acap kali derita itu perlu dan diizinkan-Nya sehingga kita semakin dewasa dalam membaca peristiwa. Kita semakin peka menyadari keterbatasan diri. Tidak abai dan lupa untuk selalu berpaut pada dekapan kasih-Nya yang menghendaki kebahagiaan bagi kita, dalam pandangan, rencana dan waktu-Nya.
Perlindungan-Mu mendewasakan kami ya Allah. Dalam kerapuhan dan kesementaraan hidup ini, kami bertopang pada-Mu. Kiranya pandangan, rencana dan waktu-Mu selalu berkuasa. Sebab kami akan berbahagia, dalam kesetiaan kasih-Mu yang menghidupkan itu. Amin.
Saran-saran aplikasi tindakan iman:
- Periksa kembali, apa atau siapa yang menjadi penopang dan pelindung hidup kita?
- Melakukan satu tindakan yang menunjukkan pujian pada Allah karena kesempatan hidup yang diberikan-Nya.
- Menilai peristiwa hidup juga dalam terang pandangan, rencana dan waktu Allah.
