Hukum kasih Tuhan sumber gembira kita.

Menyikapi peristiwa hidup yang membuat hati murung dan sedih, kita butuh penyeimbang. Apa yang berlebihan acap kali tidak sehat. Bukankah masakan dikatakan sedap jika ragam rasa tertakar dan bercampur dengan seimbang, pas dan sempurna? Tentu ada proses yang harus ditempuh dalam upaya penyeimbangan rasa hati itu.

Photo by Robert Collins on Unsplash

Mazmur 119 dikenal sebagai Mazmur yang mengungkap banyak manfaat dan berkat rohani dari Firman Allah bagi hidup kita. Dalam Mazmur 119:92-93, Sang Pemazmur mengakui bahwa hukum kasih Allah menjadi sumber gembiranya sewaktu sengsara hidup menerpa. Ada kebijaksanaan suci yang membangun pengharapan di hati dan membuat sudut pandang hidup tidak sempit.

Oleh sebab itu Sang Pemazmur tidak ragu menyatakan komitmen imannya untuk terus menjadikan perintah cinta Tuhan menjadi pandangan utamanya dalam mengisi hidup. Sebab Dia yakin bahwa kehidupan menjadi benar-benar hidup sewaktu dijalani bersama dengan kebijaksanaan suci yang dianugerahkan Allah.

Selalu ada sudut pandang yang baru dalam hidup kami ya Allah, saat hukum cinta kasih-Mu menerangi pikiran dan hati kami. Rengkuhlah kami dengan damai-Mu sewaktu kemurungan melanda, sehingga kami kembali melihat betapa berharganya hidup anugerah-Mu ini yang tidak pernah lepas dari rahmat-Mu. Amin.

Saran-saran aplikasi tindakan iman:

  1. Mencermati makna dari satu ayat dalam kitab suci sebagai penyeimbang rasa sewaktu kemurungan melanda.
  2. Menerima dengan lega dan gembira bimbingan hikmat dari Firman Allah.
  3. Menjaga keseimbangan aspek hidup, baik fisik, mental dan rohani.