Ada begitu banyak karya kebaikan yang dilakukan Kristus sebagaimana dicatat dalam Injil-Injil kita. Apa yang menjadi motivasi Kristus melakukan hal-hal itu? Kita dapat mengenalinya antara lain melalui kisah di awal pelayanan Yesus.
Setelah menerima pembaptisan oleh Yohanes dan bergumul di padang gurun, penginjil Lukas mencatat lokasi mula-mula yang dikunjungi Yesus adalah kampung-Nya sendiri yaitu Nazaret. Acap kali Yesus mengunjungi tempat-tempat ibadah agama Yahudi untuk membaca Taurat dan Kitab Para Nabi. Ini sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil. Setiap selesai pembacaan, sudah menjadi kebiasaan ada kesempatan untuk berbagi pemaknaan renungan dari kitab-kitab yang dibaca pada saat itu. Namun pada tempat ibadah di Nazaret itu, ada kejadian yang tidak biasa.
Pada waktu itu, kitab yang diberikan untuk dibaca ialah kitab Yesaya. Yesus lalu memilih untuk membacakan Yesaya 61:1-2. Dalam pemaknaan renungan yang dibagikan-Nya, Dia mengatakan bahwa tokoh yang dimaksud dalam nubuat nabi Yesaya ini adalah diri-Nya sendiri. Dia menyatakan diri-Nya sebagai Mesias (al-masih dalam bahasa arab, Kristus dalam bahasa Yunani) yang dijanjikan Allah.
Orang-orang di kampung-Nya itu tidak percaya. Sebab mereka hanya mengenali Yesus sebatas anak Yusuf dan Maria. Tetapi Yesus tidak memaksa mereka. Dia tetap pada pendirian suci untuk melaksanakan karya yang dipercayakan Bapa bagi-Nya. Iman memang tidak pernah boleh dipaksakan. Setiap orang harus menjalani ziarah imannya dengan hati yang terbuka dan merdeka.
Dari kutipan Yesaya 61:1-2 yang dibacakan Yesus ini kita dapat menemukan motif dan tujuan karya kebaikan yang dilakukan Yesus. Setidaknya ada lima kegiatan yang saling terkait sebagai wujud penyataan kabar baik dari Yesus bagi dunia ini.
- Memberitakan Firman Allah dalam terang penghayatan pemberian kuasa Allah yang peduli dan berpihak untuk menyelamatkan manusia ketimbang membinasakan.
- Membebaskan belenggu yang dialami manusia karena kejahatan dosa, penyakit, struktur sosial yang tidak adil dan lain sebagainya, sehingga manusia dapat mengalami hubungan yang baru dengan Allah.
- Menyatakan pengampunan dosa kepada yang bertobat dan mengambil kesempatan baru yang diberikan Allah.
- Memperjuangkan tatanan sosial kemasyarakatan yang adil dan benar.
- Menyatakan kehadiran Allah yang welas asih kepada orang yang sedang murung dan suram karena berbagai peristiwa hidup.
Kelima motif inilah yang amat berpengaruh dalam cara Yesus berkarya sebagaimana dicatat dalam Injil-Injil kita. Semuanya adalah penyataan kabar baik bagi manusia yang terbelenggu ikatan dosa karena kebebalan diri dan kejahatan antara sesamanya. Semuanya adalah karya Yesus bagi kita yang percaya. Tentu, dengan mengetahui motif Kristus ini, kita pun boleh menggunakannya sebagai motif kita juga sebagai para pengikut-Nya, dalam berkarya bersama-Nya mencipta karya-karya baik bagi dunia ini.
Kami mau menerima kabar baik yang Engkau hadirkan ya Kristus. Hidup kami dan dunia ini menjadi baru karenanya. Kuatkan kami juga dengan Roh-Mu, sehingga karya kebaikan Allah yang menyelamatkan itu dapat ikut serta kami kerjakan bersama-Mu hari ini. Amin.
Saran-saran aplikasi tindakan iman:
- Membaca tuntas Injil-Injil di dalam Perjanjian Baru.
- Tidak marah jika kebaikan kita disalah mengerti orang lain.
- Melakukan satu pengajaran yang diberikan Yesus yang belum pernah dilakukan.
