Ikuti Dia yang tidak pernah salah

Perjalanan spiritual kita memang dipenuhi oleh peperangan kemauan. Maunya kita atau maunya Tuhan. Bahagia dengan pemikiran kita saja atau bersedia mendapatkan pencerahan hikmat kasih Tuhan. Bukan hanya itu, peperangan dalam diri itu, dijalankan dalam dunia yang kaya dengan norma-norma. Tidak semua norma yang ada buruk memang, tetapi melihat sejarah dunia ini, memang sedikit saja yang katakanlah sehat dalam membuat dunia menjadi tempat yang semakin baik dihuni.

Photo by Yasin Yusuf on Unsplash

Kepada orang-orang Kristen di Roma, Rasul Paulus pernah memberikan nasihat yang tegas terkait peperangan itu. Ikuti saja yang sudah teruji oleh waktu. Ikuti yang tidak pernah salah. Ikuti yang hasil akhirnya terbukti mendatangkan kehidupan. Ikuti Allah. Hanya Dia yang tidak pernah menipu dan bikin halu.

Tentu ikut nasihat Allah itu adalah perjalanan belajar yang tidak pernah berhenti. Tidak pernah kita sanggup memahami seutuhnya misteri keberadaan-Nya dan kehendak-Nya. Namun mengikuti-Nya jauh lebih berharga ketimbang ikut keinginan diri belaka, apalagi norma-norma dunia yang masih didominasi oleh kejahatan dosa. 

Untung nasihat Allah itu sudah menubuh melalui Yesus Kristus. Sehingga dengan mengikuti-Nya kita yakin, tidak berakhir dalam maut dan kebinasaan, walaupun pasti akan menemukan derita, tetapi kita akan menemukan bahagia karena mencipta kebahagiaan bersama-Nya untuk dunia yang masih terus diciptakan-Nya secara baru kembali ini.

Cerahkan kami selalu dengan hikmat-Mu yang suci ya Allah, sehingga mengikuti apa yang dikerjakan Kristus, kemauan kami diperbaiki oleh kemauan-Mu, sehingga apa yang sempurna bagi dunia ini mewujud kelak dalam pemeliharaan anugerah-Mu. Amin.

Saran-saran aplikasi tindakan iman:

  1. Menolak ikut norma yang terbukti mencederakan kemanusiaan dan kehidupan.
  2. Mengingat nilai-nilai hidup yang diajarkan Kristus sewaktu memilah dan memilih pilihan sikap hidup.
  3. Mengerjakan pekerjaan dengan ukuran hasil akhir yang sempurna sehingga mendatangkan manfaat bagi banyak orang.