Kerendahan hati mengawali kebaruan hidup

Istilah “hidup baru” tidak asing bagi orang Kristen. Memang ada beberapa argumen tentang kapan dimulainya. Ada yang berpendapat sekali seumur hidup. Ada juga yang memilih untuk menghayatinya terjadi berulang-ulang dalam hidup. Namun intinya tetap sama. Ada perubahan cara pandang hidup karena kekuatan kuasa kasih Allah melalui karya Yesus Kristus.

Photo by Ben White on Unsplash

Pengajaran kitab suci menegaskan bahwa perubahan hidup yang benar-benar berdampak terjadi dari dalam keluar. Maksudnya ada gerakan besar dalam pikiran dan hati yang bersedia menerima cara pandang baru karena hikmat suci yang diimani dan dikerjakan. Selain itu, perubahan hidup terjadi bukan semata-mata karena kekuatan diri sendiri, tetapi karena karya Roh Kudus yang melengkapi kemampuan kita untuk berproses menuju hidup baru. 

Jadi “hidup baru” selalu membutuhkan dua pihak yang bersepakat dalam janji yang suci. Dari pihak Allah, yang dalam kata-kata Tuhan Yesus pernah digambarkan dengan “anggur yang baru” dan dari pihak kita manusia yang digambarkan dengan “kantong anggur yang baru”. Allah menghadirkan pembaruan melalui Kristus dan kita sebagai manusia yang dikasihi-Nya menyambut anugerah pembaruan itu dengan kerendahan hati dan kesediaan diri untuk diubahkan melalui Firman dan Roh-Nya.

Terima kasih ya Allah, sebab dalam kuasa kasih-Mu kami menikmati kehidupan yang selalu baru setiap hari. Dengan pertolongan Roh-Mu kami bersedia menerima jalan kasih-Mu yang akan mengubahkan hidup kami melalui karya Kristus. Amin.

Saran-saran aplikasi tindakan iman:

  1. Mengambil waktu teduh untuk merenungkan satu perubahan penting dalam hidup.
  2. Memohon pertolongan Roh Kudus melalui doa supaya melembutkan hati.
  3. Mencoba lagi dari awal jika perubahan itu belum terjadi.