Tidak selalu kebaikan yang kita lakukan dalam hidup ini ditanggapi secara sehat oleh orang lain. Biasanya karena dengki, iri hati dan keangkuhan, akan selalu ada orang-orang yang bisu dalam memberikan apresiasi yang tulus. Atau mirisnya, bukan hanya enggan memberikan apresiasi. Ada juga bahkan yang membangun argumen-argumen tidak masuk akal karena emosi dan pementingan diri.
Tuhan Yesus pernah menghadapi orang-orang yang seperti itu. Setelah menyembuhkan orang yang bisu karena gangguan roh jahat, ketimbang ikut bersyukur atas kehidupan baru yang dialami si bisu yang sudah dapat berbicara itu, orang-orang yang menyaksikan peristiwa kasih itu malah menjadi “bisu” untuk mengakui kebaikan Allah yang sudah dinyatakan bagi orang yang terbelenggu karena kebisuan.
Kuasa jahat, iblis, setan, roh jahat dari dahulu sampai sekarang ciri-ciri utamanya sama. Memecah belah, membenci, mendengki, angkuh dan hampa kasih. Sebaliknya, kuasa kebaikan, kuasa Allah, Roh Kudus adalah kuasa yang memperdamaikan, menolong, memulihkan, rendah hati dan kaya akan kasih yang nyata.
Jika sekarang ini kebaikan yang kita lakukan diserang oleh kejahatan yang berupaya memadamkan cinta kasih kita, ingatlah bahwa kuasa itu tidak akan pernah bisa mengalahkan kuasa kasih Allah yang meraja dalam dunia ini. Jangan pernah gentar, sebab kita sedang ikut serta mengerjakan apa yang dikerjakan Kristus.
Kuasa jahat yang membelenggu kehidupan kami, Engkau lepaskan dengan kasih-Mu ya Kristus. Kami percaya bahwa kuasa kasih-Mu tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh kuasa kejahatan. Temanilah kami hari ini dalam menyatakan kebaikan bagi yang membutuhkan. Amin.
Saran-saran aplikasi tindakan iman:
- Melengkapi analisis dan penilaian logis kita dengan kasih yang tulus demi kepedulian nyata kepada yang membutuhkan pertolongan.
- Menunjukkan empati kepada orang yang sedang mengalami kesusahan.
- Menjaga dan mengelola komentar kepada orang lain dengan bijaksana.
