Hanya kasih yang akan menghasilkan dan memperbaharui kehidupan. Kebencian, kejahatan dan tinggi hati hanya akan menghasilkan kekerasan dan percideraan hidup. Kita mengimani bahwa bumi dan segenap isinya ini diciptakan Allah. Ciptaan yang begitu luar biasa mendukung terwujudnya kehidupan. Tertib, teratur, saling mendukung, menopang dan mengisi. Kenyataan itu pelan-pelan menolong kita untuk mengenali juga, bagaimana sifat Allah itu sebenarnya.
Dalam salah satu Mazmur gubahannya, Daud mencermati dengan indah siapa Allah baginya. Yang jelas bagi Daud ialah bahwa Allah itu kasih. Kesetiaan Allah untuk menolong manusia memperbaiki diri dan bumi ini tetap sama sedari dahulu. Tidak ada yang dapat menolak kasih-Nya yang menjangkau semua makhluk itu.
Keyakinan iman ini membuat Daud lega untuk berserah pada kekuatan kasih Allah. Apa yang perlu dan baik bagi hidup, disediakan Allah dalam kerangka pembaruan yang sedang dilakukan-Nya bagi dunia ini. Oleh sebab itu Daud selalu memohon, supaya cara pandang hidupnya diterangi oleh hikmat dan kasih Allah. Sehingga pikiran dan hatinya tidak gelap dan picik dalam menyembah Allah dan berperilaku kepada sesama ciptaan Allah. Semoga iman Daud ini pun mencerahkan iman kita saat ini.
Terima kasih untuk kasih-Mu yang nyata kami alami setiap hari ya Allah. Kami ada karena kasih-Mu. Kami terpelihara oleh kebaikan-Mu. Bimbing kami hari ini dengan terang-Mu, untuk melakukan apa yang perlu sebagai upaya ikut serta kami menyatakan cinta kasih-Mu bagi bumi ini. Amin.
