Indera yang kita miliki sungguh luar biasa fungsinya. Kita dapat melihat, mendengar, mencium, merasa, meraba banyak hal dan menjadi bahagia karenanya. Tetapi tidak selalu begitu. Hasil pencermatan indera kadang kabur dengan persepsi dan asumsi. Ada tafsiran dan imajinasi ikutan yang memenuhi pikiran dan hati. Inilah yang perlu kita cermati. Mencermati hasil pencermatan indera kita.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mata itu seperti lampu yang menolong kita melihat dalam kegelapan. Apa yang kita lihat, maksudnya bukan sekadar melihat, tetapi juga membangun persepsi, pemahaman, perasaan terhadap suatu hal dalam hidup kita, mesti dilakukan secara hati-hati dan bijaksana.
Jika pikiran dan hati kita penuh dengan emosi negatif, cara kita melihat apapun cenderung jelek, jahat dan menjengkelkan. Tetapi jika pikiran dan hati kita dicerahkan oleh kuasa kasih Allah, maka kita dimampukan untuk mencermati apa yang kita lihat dengan lebih utuh dan bermakna. Kita menjadi tidak buru-buru menyimpulkan peristiwa hidup yang kita alami sesuai kehendak diri atau kesenangan kita semata saja, tetapi dilengkapi dengan hati yang lembut dan pikiran jernih karena terang kasih Allah dan hikmat-Nya. Hasil akhirnya? Seijin Allah, kebahagiaan dan kedamaian sejati.
Dampingi kami dengan kuasa kasih-Mu ya Allah, supaya kami bijaksana dalam menanggapi hasil pencermatan indera kami. Biarlah pikiran dan hati kami terkelola dengan baik untuk mengenali kehendak-Mu ketimbang kesenangan diri semata. Amin.
