Spiritualitas para penyembah berhala sangat egoistik

Pemujaan dan pemberian ini dan itu kepada berhala bertujuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Itulah sebabnya ada beragam berhala sesuai dengan keinginan penyembahnya. Penyembahan berhala adalah bukti bahwa spiritualitas manusia dapat menjadi begitu manipulatif dan imajinatif kalau sudah ingin ini dan itu. Wujud nyata dari spiritualitas semacam ini adalah keangkuhan pada sesama dan bahkan, dipakai menjadi alasan untuk menyakiti sesama demi kepuasan berhala yang disembah.

Photo by Guillaume de Germain on Unsplash

Itulah sebabnya Rasul Yohanes mengingatkan para pengikut Yesus supaya waspada. Jangan sampai hubungan yang dijalin dengan Bapa, melalui Yesus Kristus dalam pertolongan Roh Kudus, dilakukan dengan pola-pola yang sama seperti para penyembah berhala.

Apa yang kemudian harus dilakukan? Sebagai pengikut Yesus kita tidak lagi membayangkan Allah dengan ragam imajinasi dan manipulasi. Sebab melalui Yesus kita melihat, mendengar dan mengalami siapa Allah itu. Dia adalah Allah yang sangat peduli. Bahkan sebelum kita minta ini dan itu kepada-Nya. Dia tahu apa yang kita butuhkan. Seperti orang tua yang menghendaki apa yang terbaik buat anak-anaknya. Allah menyatakan apa yang dikehendaki-Nya melalui Yesus dan dengan pertolongan Roh Kudus kita mengenali betapa Ia hendak membuat dunia ini menjadi baru dimulai dari pembenahan pikiran dan hati manusia. Bagaimana cara manusia mengasihi dan peduli kepada sesama ciptaan Allah.

Ini tentu berbeda sekali dengan para berhala yang acap kali minta dipuaskan sebelum memberi apa yang diminta para penyembahnya. Allah yang seperti Bapa bagi kita adalah Allah yang berkenan memberikan apa yang sejalan dengan kehendak cinta kasih-Nya yang membarui kehidupan. Bukankah demikian yang jelas terlihat melalui karya Yesus Kristus. Ketimbang minta ini dan itu, Yesus sudah memberikan banyak hal yang perlu bagi setiap orang yang Ia jumpai. 

Jika pun kita memberikan sesuatu sebagai ungkapan kasih kepada Allah, ungkapan kasih kepada-Nya itu kita tunjukkan dengan memberikan kasih kepada sesama. Kita tidak pernah bisa membalas kasih Allah. Yang bisa kita lakukan adalah melanjutkan kasih-Nya kepada sesama. Sikap-sikap seperti ini, tidak akan pernah ditemukan dalam diri penyembah berhala.

Melalui Yesus Kristus, Engkau menunjukkan dengan jelas apa yang menjadi tujuan-Mu bagi kami ya Allah. Terima kasih untuk kuasa kasih-Mu dan jawaban dari doa-doa kami, yang akan menjadi kekuatan untuk melakukan apa yang perlu dalam hidup ini bagi sesama kami. Amin.