Jangan lalai dan abai. Sigap dan bertindaklah.

Kita tidak dapat menutup mata mengenai keberadaan kuasa jahat. Maksudnya bukan sedangkal sosok-sosok gaib, mistis dan menyeramkan seperti yang sering diangkat di dunia hiburan. Tetapi kuasa jahat di sini maksudnya, penggerak dan pencerah dalam diri yang mengarahkan pikiran dan suasana hati untuk melakukan kejahatan dosa.

Gereja di Efesus mendapatkan arahan untuk aktif berjuang melakukan apa yang baik, benar dan indah sebagai pengikut Yesus. Kuasa kejahatan akan selalu menunjukkan kekuatannya, tetapi kuasa kasih Allah jauh lebih kuat. Sudah tersedia “senjata-senjata” yang dapat digunakan oleh pengikut Yesus dalam memenangkan peperangan dengan kuasa jahat.

Photo by Mario La Pergola on Unsplash

Kebenaran, kedamaian, iman dan keselamatan ternyata bukanlah teori yang mendekam di pikiran dan benak saja. Semuanya akan dipraktekkan dalam kehidupan nyata di tengah “peperangan” itu. Firman Allah yang disimak dengan cermat akan menjadi penggerak terbentuknya pola sikap baru dalam hidup. Ritus doa bukan sekadar mengucap dan memaknakan kata-kata, tetapi menjadi pengalaman komunikasi iman yang mencerahkan dengan Sang Pencipta.

Barangkali hari ini kita akan menjumpai kenyataan kuasa jahat yang menyerang diri kita. Tetapi tetaplah ingat, bahwa tidak akan ada yang menang melawan kuasa kasih Allah yang sudah dinyatakan di dalam Kristus dan pertolongan Roh Kudus. Jangan lalai dan abai. Tetaplah sigap dan bertindak.

Kuasa kasih-Mu ya Allah, tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh kejahatan dosa. Terima kasih untuk perlengkapan senjata rohani yang Tuhan sediakan bagi kami, sehingga kami tidak hancur oleh kejahatan, tetapi menang dan selamat karena kebenaran, kedamaian dan iman. Amin.