Memberitakan bahwa Allah adalah Allah yang berkenan ikut merasakan penderitaan manusia, untuk merengkuh dan menyelamatkan manusia dari kebodohan dosa, adalah perkara yang tidak mudah diterima akal pikiran. Itulah sebabnya Rasul Paulus pernah mengatakan kepada gereja di Korintus bahwa berita yang disampaikannya tentang Yesus yang tersalib, tidak akan dapat menggugah dan mengubah mereka jika Roh Allah tidak menolongnya.
Pencerahan spiritual untuk mengakui bahwa Allah setia dengan perjanjian-Nya dan kini sedang menghadirkan perjanjian yang baru melalui karya Yesus Kristus, tidak akan pernah terjadi, jika mereka tidak membiarkan Roh Allah mengubah hidup mereka dalam memunculkan cinta kasih yang benar kepada-Nya.
Tetapi jika cinta kasih yang baik, benar dan indah itu bertumbuh di dalam diri, maka mata akan melihat dan telinga akan mendengar. Pikiran dan hati pun akan menjadi bijak untuk mengenali apa-apa yang sedang Allah kerjakan melalui Yesus Kristus bagi hidup mereka dan bagi dunia ini.
Jika saat ini kita menyambut rengkuhan kasih Allah yang menyelamatkan dengan mengikut Yesus Kristus, maka kita percaya bahwa Roh Allah sudah bekerja dalam hidup kita. Apa yang sudah dimulai oleh Allah, akan terus mendampingi kita dalam mengisi hidup ini. Kebijaksanaan dan kebajikan akan mengikuti kita. Kita tidak lagi membiarkan diri dikuasai oleh kebodohan dosa dan keangkuhan akal pikiran, yang sudah terbukti hanya akan membuat kita nelangsa dan menderita.
Datang dan kuasailah kami selalu ya Allah dengan Roh-Mu itu, sehingga hati kami menjadi lembut dan pikiran kami menjadi jernih untuk terus menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus Kristus setiap hari. Dari-Mu saja kebijaksanaan hidup yang menyelamatkan itu berasal. Amin.
