Allah menghibur, membimbing dan menjaga kita

Perjalanan umat Allah Israel sebagaimana dikisahkan dalam kitab suci kita, adalah perjalanan yang tidak mudah. Pernah satu ketika karena kebodohan pilihan hidup mereka terjajah dan terbuang dari kampung halaman. Tetapi perjalanan itu dimaknakan sebagai sebuah proses pembelajaran hidup yang dijalani bersama dengan Allah.

Dalam tuturan kitab suci, terkait relasi Allah dengan umat-Nya, Allah menggambarkan diri-Nya dengan banyak kiasan. Seperti ayah bagi anak-anak. Seperti gembala dengan domba-domba, dan banyak lainnya. Intinya sama. Allah adalah Allah yang hidup, dinamis, menyejarah dan peduli.

Photo by UX Indonesia on Unsplash

Sewaktu umat Israel akhirnya kembali dari pembuangan di Babel ke kampung halaman misalnya, kita menemukan penggambaran betapa Allah itu adalah Allah yang tidak langsung memberikan solusi segera seperti saat kita sakit kepala dan minum obat penghilang sakit kepala. Tetapi Allah adalah Allah yang berjalan dalam proses perubahan hidup. 

Saat umat-Nya sedih, Allah menghibur. Jika umat-Nya bimbang, Allah membimbing. Bayangkan begitu dekat-Nya Allah itu, dan begitu sabarnya Dia untuk terlibat masuk dalam pergumulan keseharian hidup nyata anak-anak yang dikasihi-Nya.

Pola tindakan Allah ini, kita imani bekerja dalam diri kita juga sekarang ini. Melalui kehadiran pengajaran Kristus dan pertolongan Roh Kudus, kita sedang “berobat jalan” bersama anugerah Allah yang menyembuhkan kehidupan itu.

Allah mengetahui dan ikut merasakan kebutuhan kita untuk selamat dan sejahtera, untuk belajar dan menjadi bijak mengisi hidup. Pada waktu dan rencana-Nya yang tepat, kita akan mengalami kelegaan yang mendamaikan karena kasih-Nya yang nyata terlibat dalam pergumulan hidup kita.

Mencermati hidup yang tidak mudah, kami mau ya Allah, dihibur, dibimbing dan dijaga oleh anugerah-Mu yang peduli dan nyata itu. Waktu dan rencana-Mu yang terbaik, benar dan indah bagi kami. Amin.