Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita, tidak pernah menyimpan dan menahan kebaikan. Dia membagikan-Nya kepada sebanyak mungkin orang. Pengajaran-pengajaran kasih-Nya seperti cahaya dalam gelap yang menolong setiap orang yang mendengar-Nya dapat pencerahan sewaktu memilah dan memilih sikap hidup.
Bagi Yesus makna kedekatan, kekerabatan, kekariban tidak sesempit kesamaan darah, marga atau suku semata. Jika Allah dihayati seperti orang tua yang begitu sayang dan peduli pada anak-anak-Nya, maka sebagai anak-anak Allah, semua orang layak untuk dihargai dan diperhatikan secara adil dengan kasih yang sama besar.
Dalam hidup ini kita semua punya kepentingan pribadi. Kita punya wilayah privasi dengan orang-orang terdekat dalam hidup kita. Tidak ada yang keliru dengan kenyataan ini. Namun akan menjadi keliru, jika sebagai anak-anak Allah, ketaatan kita kepada perkataan Allah menjadi lemah dan hilang karena mungkin kita terlampau banyak mendengar suara yang mengutamakan kepentingan diri, ketimbang kata-kata Allah yang memberi kebaikan bagi semua.
Kami sadar ya Bapa bahwa ketaatan kepada perkataan-Mu harus lebih kental melampaui kekentalan persamaan darah semata. Temani kami ya Kristus, untuk mengenali kehendak Bapa, yang sanggup melenyapkan kegelapan hidup kami dan dunia ini. Amin.
