Sebagaimana tubuh jasmani perlu dilatih dan dijaga kebugarannya, demikian juga dengan kehidupan rohani. Kita menjumpai ada begitu banyak ragam corak spiritualitas. Begitu juga dengan latihan-latihannya.

Sebutlah tiga yang paling utama yaitu, berdoa, berpuasa dan berderma. Melalui latihan ini, kita melatih percakapan batin, pengendalian hawa nafsu dan kesediaan diri untuk berbagi hidup. Pemicu utama dari latihan rohani adalah hikmat pengajaran kitab suci dan keyakinan bahwa kuasa Roh Allah akan melengkapi dan menguatkan kita dalam melakukannya.
Tentu latihan rohani itu bukan tujuan akhir. Sebab sebagaimana tubuh jasmani kita dilatih supaya setiap organ dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, begitu juga dengan latihan rohani. Kesegaran rohani yang tetap dijaga kebugarannya, berguna supaya setiap perilaku hidup kita tetap terarah pada Allah, sumber kehidupan dan selamat kita yang utama.
Oleh sebab itu tepat jika Kristus mengajak kita para pengikut-Nya untuk berjaga-jaga. TIdak tidur pada saat yang tidak semestinya. Ada saatnya memang kita semua akan menikmati tidur panjang pemberian-Nya. Namun dalam penantian hari-Nya, hidup harus diisi, harus segar, harus bugar, jasmani dan rohani, untuk terus berkarya dengan pertolongan-Nya, menghasilkan buah-buah yang baik bagi dunia yang dikasihi-Nya ini.
Selama menanti tidur panjang pemberian-Mu, temanilah kami ya Allah dengan kuasa kasih-Mu, supaya kami tidak tidur pada saat kami harus bekerja bersama-Mu melakukan apa yang baik bagi dunia ini. Amin.
