Spiritualitas, atau dalam kata sederhana bahasa Indonesia, kerohanian, tidak bisa mengelak untuk membicarakan keberadaan roh. Ada kuasa yang tidak kelihatan mata, tetapi memberi dampak yang kelihatan dalam diri manusia.

Spiritualitas kristiani dasarnya tentu adalah Yesus Kristus. Apa yang diajarkan, dihidupi dan ditempuh Yesus sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab perjanjian baru menjadi inspirasi utama, menjadi dasar, dan tolok ukur bagaimana seseorang memberi makna kehidupannya sehari-hari.
Dalam sejarah kekristenan sampai sekarang ini, cara bagaimana orang-orang kristen memaknakan karya Yesus Kristus menginspirasi kehidupannya sangat beragam. Tanpa menafikan kenyataan itu, rasanya kita perlu mempertimbangkan bahwa pada akhirnya yang paling bernilai bagi kebaikan dunia ini adalah bagaimana perilaku kehidupan para pemercaya Kristus itu mewujud dalam memberikan dampak.
Dogma dan doktrin tentu penting. Tetapi jauh lebih penting bagaimana pemahaman kognitif dan gugahan afektif dalam hidup kerohanian pengikut Kristus itu tanggap mencermati dan merespons secara aktif, kreatif, solutif masalah-masalah kemanusiaan dalam hidup sehari-hari dengan memberikan sumbangsih nyata dan tidak menambah masalah atau membuat masalah baru.
Dalam salah satu nasihatnya, Rasul Paulus menggunakan gambaran bangunan suci untuk memberi makna keberadaan diri pengikut Kristus. Dengan Yesus Kristus sebagai pondasi dasar, setiap orang bebas mengeksplorasi segenap potensi dirinya, untuk membuat “bangunan” dengan “berbagai bahan” di atas pondasi itu.
Bangunan di sini boleh kita tafsirkan dengan karya-karya hidup dan pemaknaan-pemaknaan rohani di dalamnya. Menariknya, Paulus mengingatkan bahwa ada saatnya setiap pengikut Kristus diuji melalui pengalaman hidup yang tidak mudah. Pada saat itu terjadi, kesediaan seseorang untuk memberikan tempat yang patut bagi hadirnya kuasa Roh Allah di dalam diri, ternyata akan memberi dampak yang signifikan.
Ya Allah, inilah diri kami sepenuhnya yang terbuka bagi berdiamnya Roh-Mu. Temani kami dalam membangun diri dan dunia ini dengan selalu mengingat Anak-Mu dan menjadikan-Nya inspirasi utama bagi hidup kami selalu. Amin.
