Gerak pembaruan hidup rohani selalu dimulai dari dalam. Dari hati. Tentu pikiran juga ikut tercerahkan. Dengan iman kita percaya bahwa Allah yang mengasihi kita terus membentuk diri kita. Apa yang sudah ditunjukkan Kristus melalui segenap hidup dan karya-Nya menjadi contoh yang jelas untuk ditiru oleh kita. Kristus yang berbelas kasihan, yang murah hati, yang rendah hati, yang lemah lembut dan sabar.

Tentu gesekan dan persoalan relasi dengan sesama manusia pasti ada. Tetapi kehidupan rohani yang bugar akan menolong kita dalam memilih tanggapan tindakan. Kita yang sudah mengalami pengampunan dari Kristus, memiliki alasan yang cukup kuat untuk juga memberikan kasih dalam bentuk pengampunan kepada orang yang sudah menyakiti kita. Kasih mungkin saja bisa “kalah” sementara waktu, tetapi pada akhirnya, kasih tidak pernah salah. Kasih selalu benar dan selalu mempersatukan dan menyempurnakan hidup kita bersama-sama dengan orang lain.
Batin atau hati kita, menjadi sasaran utama kuasa kasih Kristus yang mengubahkan hidup. Karena kuasa kasih itu, hati kita terus menerus dikoreksi untuk tidak hanya berpusat pada kepentingan kesenangan diri sendiri saja, tetapi juga belajar untuk menerima dan bekerjasama dengan orang lain yang acap kali berbeda pendirian dengan kita. Salah satu sarana untuk membangun relasi yang sehat dengan orang lain, ialah dengan kata-kata. Baik lisan maupun tulisan.
Dengan hati yang dipengaruhi oleh kuasa kasih Kristus, maka tutur kata yang kita lontarkan mengarah kepada terbangunnya pembaruan-pembaruan hidup yang baik. Pengajaran berharga dan mulia, nasihat-nasihat membangun, ucapan syukur kepada Tuhan adalah bentuk-bentuk nyata dari berhasilnya gerak suci pembaruan rohani hidup kita. Kata-kata pun tidak berhenti menjadi bunyi dan aksara semata, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, akan berujung juga pada tindakan-tindakan nyata yang menghasilkan damai dan sejahtera bagi banyak orang.
Sentuhlah hati kami ya Allah, sehingga seperti Anak-Mu Kristus, hati kami dipenuhi oleh kasih untuk-Mu dan sesama kami. Amin.
