Kita ditolong-Nya untuk menolong

Allah kita sebut sebagai Tuhan, karena Dia lebih tinggi, mulia dan berkuasa dari kita. Tetapi bukan saja Allah itu maha tinggi dan semata-mata bersemayam di sorga saja. Allah dalam penghayatan iman kita ialah Allah yang berkenan merendahkan diri untuk mengangkat kita yang hina dan rapuh ini supaya kita tidak lagi terpuruk karena kelemahan kita. Inilah sebabnya kita mengatakan Haleluya, artinya, Terpujilah Allah.

Mazmur 113, diawali dan ditutup dengan kata Haleluya. Unik juga. Mazmur ini mengajar kita untuk mensyukuri pertolongan Allah yang begitu besar dalam hidup kita. Tetapi tentu tidak sebatas itu saja. Kita yang sudah ditolong oleh kasih pemberian-Nya itu diangkat untuk melakukan tindakan-tindakan nyata sebagai seorang yang sudah dikuatkan. 

Dengan menggunakan gambaran orang miskin yang didudukkan bersama-sama dengan para bangsawan, Mazmur ini menggemakan pesan supaya kita menggunakan segenap potensi yang telah lahir dalam diri kita, seperti seorang ibu mandul yang kemudian mendapatkan anak, untuk segera melakukan karya-karya kebaikan bersama kuasa kasih Allah. Singkatnya, kita ditolong Allah, untuk menolong sesama ciptaan demi kemuliaan nama-Nya.

Kasih-Mu ya Tuhan, merengkuh kelemahan kami. Karena kekuatan yang Tuhan beri saja kami dapat menjadi jalan kebaikan-Mu bagi yang membutuhkan pertolongan hari ini. Amin.