Jika karena tinggi hati lahirlah segala macam kebencian, dosa dan kejahatan maka karena kerendahan hati, bertumbuhlah berbagai bentuk kasih sayang, rekonsiliasi dan kebaikan. Semua orang pernah mengalami perseteruan. Entah dengan sesama manusia, dengan sesama ciptaan bahkan dengan Allah sendiri.Tidak ada kebahagiaan dalam perseteruan. Kebinasaan adalah puncak dari proses perseteruan yang tidak terobati.

Lalu apa obat bagi perseteruan yang acap kali kita alami dalam hidup? Hikmat iman kristiani dengan tegas menjawab, obatnya ialah salib Kristus. Tentu bukan dalam pemahaman fisik. Tetapi pemaknaan tentang salib.
Kepada gereja di Kolose diberikan penjelasan bahwa sedari awal Allah menghendaki segenap ciptaan-Nya ada dalam proses yang sehat. Saling menerima, saling memahami, saling mendukung sebagai wujud hormat, taat dan takut kepada Allah. Tetapi karena manusia begitu tinggi hati ingin menjadi sama seperti Allah, maka perseteruan demi perseteruan muncul bergulir tanpa akhir.
Tetapi Allah setia dengan kasih-Nya. Melalui Kristus dengan kuasa Roh dan Firman-Nya, Allah menata ulang mental, batin, akal budi, dan hasrat manusia untuk tidak saling membinasakan sesama ciptaan-Nya. Kematian Kristus di salib dan kebangkitan-Nya dari kematian, menjadi peraga suci yang berkuasa bagi manusia, bahwa hanya dengan kerendahan hati saja, kuasa dosa dapat dikalahkan.
Dalam kerendahan hati, rekonsiliasi menjadi mudah dilakukan. Orang tidak lagi mencari senjata bagi diri untuk menyerang dan menghancurkan, tetapi menjadi solusi bagi terselesaikannya masalah yang ada dengan mengutamakan kasih yang memperjuangkan kebenaran yang adil.
Maka jika hari ini kita merindukan terjadinya rekonsiliasi dalam hidup kita, pandanglah salib Kristus. Hayati maknanya, terimalah dengan iman kuasa kasih-Nya. Allah melalui Roh-Nya akan menolong kita untuk menemukan solusi bahkan menjadi solusi seperti Kristus Anak-Nya, dalam menyikapi perseteruan hidup yang sedang kita alami.
Terima kasih ya Tuhan, karena melalui salib Kristus kami mengetahui obat yang manjur untuk masalah relasi. Kirimlah Roh-Mu menguasai kami supaya dalam kerendahan hati kami cakap membangun relasi dan kerjasama dengan sesama ciptaan-Mu hari ini. Amin.
