Biarlah asa tetap ada menanti janji-Nya

Semua hal yang berkualitas melewati proses yang tidak mudah dan tidak sebentar. Perjuangan untuk menghidupi nilai-nilai spiritual di tengah keadaan di mana orang-orang tidak terlalu menganggap spiritualitas sebagai hal yang penting memang berat. Tetapi hikmat iman mengajarkan kita bahwa pada akhirnya perjuangan itu akan beroleh hasil yang sepadan. Bukan saja bagi diri kita sendiri, tetapi bagi orang-orang yang ada di sekitar hidup kita.

Kita percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali. Utamanya pada saat-Nya kelak sewaktu Dia menumpas semua kuasa kejahatan di muka bumi ini. Tetapi tentu kita juga percaya bahwa Kristus tidak pernah meninggalkan kita dalam keseharian hidup kita. Melalui hikmat Firman dan Roh Kudus, melalui kehadiran gereja-Nya, sesungguhnya kuasa kasih Kristus tidak pernah jauh dari kita semua.

Sebagai pengikut Kristus, kita adalah orang yang menerima janji Kristus. Apa yang sudah dimulai oleh Kristus di dunia ini, akan terus berlanjut dan dilanjutkan melalui perilaku hidup para pengikut-Nya. Hidup yang tidak selalu mudah dan tidak selalu ceria memang, tetapi Kristus sudah berjanji akan selalu menyertai, maka asa selalu akan ada.

Akan tiba saatnya kita menempuh istirahat setelah berkarya di dunia ini. Sesuai janji Kristus, istirahat itu menjadi istirahat yang mendamaikan. Mengapa? Sebab hidup kita kemudian, jika segenap karya hidup kita mengikuti teladan kasih Kristus, telah menjadi hidup yang menghasilkan kehidupan bagi yang lain, bukan membinasakan. Hidup kita menjadi hidup yang tidak diakhiri oleh kematian. Jadi, biarlah asa tetap ada dalam diri kita hari ini, menanti dan memegang janji kuasa kasih penyertaan-Nya yang sempurna.

Kami percaya dan tidak akan putus asa ya Tuhan. Kehendak-Mu itu baik buat kami. Tuntunlah kami dengan kesabaran-Mu untuk mengerjakan karya kasih hari ini. Amin.