Pemutakhiran nilai-nilai moral dan spiritual dalam hidup jauh lebih penting ketimbang pemutakhiran alat-alat teknologi. Kita tahu istilah “the person behind the gun”. Secerdas apapun alat yang digunakan, selagi penggunanya tidak bijaksana, hasilnya kebanyakan bencana. Tanpa pemutakhiran nilai-nilai hidup, kesalahan manusia pada zaman lalu akan terus berulang-ulang lagi dan lagi.

Allah sebagaimana diberitakan dalam kitab suci kita itu adalah Allah yang tidak kaku soal metode. Kalau soal tujuan, jelas Allah tidak pernah berubah. Dia amat mengasihi segenap ciptaan-Nya. Allah menghendaki supaya segenap ciptaan-Nya tidak merusak diri sendiri dan ciptaan yang lain. Tetapi terkait metode menyelamatkan, Allah sangat inovatif.
Umat Israel sendiri dikenal banyak bangsa sebagai umat yang kaya dengan warisan kitab-kitab suci. Namun kitab suci tetap tidak akan memberi banyak faedah, jika tetap tinggal sebagai aksara yang tertulis mati di kitab-kitab saja. Kitab suci menjadi berkat, hikmat dan manfaat, jika para pembacanya tergugah dan termotivasi untuk menjadikan pesan-pesan yang ada di dalamnya mencerahkan pikiran dan hati yang lalu berujung pada tindakan-tindakan baru dalam hidup.
Sebagai umat kristiani, kita menerima metode mutakhir Allah dalam perjanjian-Nya yang baru. Bukan berarti yang lama tidak berharga, sebab yang baru itu adalah pemutakhiran metode dari tujuan yang sama dalam perjanjian sebelumnya. Apa yang unik dari perjanjian yang baru itu? Allah sendiri berkenan menjumpai setiap pribadi, sehingga pesan-pesan hikmat-Nya meresap ke dalam “daging” manusia. Firman-Nya tidak tinggal lagi sebagai himpunan aksara yang tertoreh di kitab-kitab belaka, tetapi terajah di hati dan batin manusia.
Apa mungkin? Sudah ada bukti. Yesus Kristus, adalah perwujudan sempurna dari kehadiran Firman Allah dalam “daging” manusia. Melalui kehadiran-Nya, setiap orang yang percaya kepada-Nya, mengalami pengalaman baru sebagai pribadi yang mendapatkan kesempatan baru, sehingga cakap memutakhirkan hidup dengan nilai-nilai yang mengarah kepada kehidupan yang menghasilkan kehidupan di bumi ini. Hidup dengan demikian tidak lagi dikendalikan oleh nilai-nilai yang mematikan. Perjumpaan pribadi dengan-Nya, akan menghasilkan ketaatan-ketaatan yang tidak lagi terpaksa karena takut, tetapi lega karena kegembiraan yang suci.
Taruhlah hukum kasih-Mu dalam batin kami ya Allah. Rajahlah juga dalam hati kami, supaya kami taat mengisi hidup baru karena pengampunan dan anugerah kasih-Mu. Amin
