Akan selalu muncul alasan bagi orang yang malas belajar dalam memperbaiki nilai-nilai moral dan spiritual hidupnya. Entah mengapa, kadang orang menjadi begitu cerdas untuk berdalih dan mencari cara supaya pandangannya tidak terganggu oleh nilai-nilai lain. Padahal bisa jadi, nilai-nilai lain itu tidak sedang menyerang diri, tetapi sedang hadir sebagai sebuah inspirasi demi pengembangan watak diri yang baik.

Kehadiran Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus, menjadi kehadiran yang memicu tanggapan sosial pada zamannya. Tentu sampai zaman sekarang juga. Ada yang mengabaikan, ada yang menyerang balik, ada yang mencermati, ada yang menerima dengan kelegaan dan tercerahkan. Mungkin tidak salah kalau salah satu penyebab orang sukar belajar ialah tinggi hati. Kalau sudah tinggi hati yang dipilih, pelajaran apapun tidak akan mencerahkan budi dan nurani. Maka semoga hari ini kita menjadi pribadi yang cukup rendah hati dalam mencermati, menerima, menjadi lega dan tercerahkan oleh karya kasih Kristus.
Lembutkanlah hati dan jernihkan pikiran kami ya Tuhan, supaya kami terus belajar berubah karena pengajaran dan karya kasih-Mu. Amin.
