Kebaikan Tuhan akan melenyapkan ketakutan kita

Apakah ketakutan dalam diri dapat lenyap? Mungkin tepatnya bukan lenyap, tetapi tergantikan. Rasa takut, seperti perasaan lainnya dalam diri kita, biasanya muncul sebagai akibat dari apa yang paling menguasai pikiran kita. Dalam hikmat spiritual yang kita imani, Allah yang adalah Sang Kasih yang amat peduli itu, bukanlah Allah yang jauh dan abstrak. Sebab kuasa pembaruan yang dikerjakan-Nya bagi setiap orang dan bagi bumi ini terbukti nyata dialami dalam berbagai peristiwa di sepanjang zaman.

Allah memahami kelemahan manusia. Allah bersedia merengkuh kerapuhan dan kelemahan manusia. Acapkali kelemahan itu begitu menyita perhatian manusia, sehingga ketakutan lebih muncul ke muka, ketimbang pengharapan baik dan penerimaan yang tulus terhadap keadaan yang sebenarnya dapat diubah atau berubah.

Sebagai sumber kebaikan bagi hidup kita, Allah berkuasa mencerahi kita dengan hikmat-Nya. Kelemahan, kepedihan hati, kepahitan hidup, dengan demikian tidak serta merta menjadikan kita menyerah dan menjahati diri atau sesama ciptaan-Nya. Apa yang tidak mampu kita lihat akan terlihat. Apa yang tadinya kita abaikan untuk didengar akan terdengar. Kita akan mampu memulai langkah kecil demi perubahan besar hidup yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Apa yang selama ini terbata-bata untuk kita ungkapkan pada saatnya akan terekspresikan dengan riang. Pada saat itu kita tidak lagi menjadi orang yang takut, tetapi orang yang karena kebaikan-Nya menguasai sumber ketakutan kita.

Saat kami takut dan tawar hati, kami akan selalu mengingat kebaikan kasih-Mu yang setia ya Tuhan. Amin.