Keselamatan dalam iman Kristen dimulai sejak seseorang mengimani Kristus sebagai jalan Allah, yang sudah memberikan kesempatan baru baginya untuk hidup dalam relasi yang bersahabat dengan Allah. Namun berkat keselamatan itu bukanlah akhir, tetapi menjadi awal dari pola pikir, rasa, dan tindakan hidup yang sesuai dengan teladan Yesus Kristus.
Oleh sebab itu iman perlu ditunjang oleh hidup yang baik. Ilmu pengetahuan menjadi sarana bagi seorang beriman dalam meningkatkan kemampuan dirinya. Dengannya ia dapat melakukan apa-apa yang perlu bagi kebaikan sesama. Memang tidak mudah untuk menyatakan apa yang baik di tengah dunia yang jahat. Penguasaan diri, ketabahan dan kerendahan hati menjadi sikap bijak yang perlu dilatih.

Mengetahui siapa Allah dan apa yang sudah dilakukan-Nya bagi diri kita dan dunia tidak cukup. Pengetahuan keagamaan itu harus mencerahkan cara kita mengelola pikiran dan perasaan, sehingga kasih kepada sesama ciptaan terwujud nyata melalui tindakan kebaikan. Dalam proses menerima dan melepas, menambah dan mengurangi, mengoreksi dan mengafirmasi, bertobat dan bersaksi dari setiap sikap beriman kita dengan semua dinamika yang sudah disinggung tadi, maka percayalah akhir hidup kita menjadi akhir hidup yang membahagiakan. Mengapa? Sebab kita akan diberi hak untuk masuk Kerajaan yang kekal dari Tuhan dan Raja Penyelamat hidup kita, Yesus Kristus.
Temanilah kami dengan Roh-Mu yang kudus ya Allah, supaya kami terus menambahkan apa yang perlu bagi iman kami, sehingga berkat keselamatan dari-Mu berlanjut demi kebaikan sesama ciptaan-Mu. Amin.
