Ingatan akan betapa baiknya Allah di masa lampau adalah ingatan suci yang berharga buat kita. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi dengan hikmat iman kita mampu mengenali apa yang tidak terlihat di balik kesusahan yang sedang kita alami. Keuntungan menghidupi kehidupan rohani memang begitu. Kita dapat melakukan perenungan batin dan memilah dengan cermat pola respons kita terhadap beragam keadaan hidup. Kita percaya bahwa walaupun kekuatan kita terbatas, kita ada dalam bayang-bayang kemahakuasaan kuasa kasih Allah yang tidak terbatas dan Allah bersedia menemani kita dalam langkah perjalanan hidup ini.

Dalam Mazmur 126 kita menjumpai kekayaan spiritual dari orang-orang yang memilih untuk berpengharapan di tengah penderitaan. Mereka percaya bahwa pertolongan Allah pada masa lampau menjadi bukti yang nyata bahwa Allah juga akan mempedulikan mereka sewaktu menghadapi masa-masa hidup yang berat. Ada bagian Allah dan ada bagian dari mereka yang harus dikerjakan dengan ketabahan. Mereka bersedia terus berjuang dalam kebaikan yang diajarkan Allah sebab mereka percaya apa yang diperjuangkan bersama-sama dengan hikmat dari Allah akan berhasil pada waktu yang diperkenan-Nya.
Apakah sekarang ini kita sedang menghadapi situasi hidup yang tidak mudah? Apakah kita sedang memperjuangkan apa yang baik demi keadilan bagi sesama ciptaan Allah? Maka marilah kita terus berjuang. Benih kebaikan yang kita tanam dengan air mata akan bertumbuh dan berbuah menghasilkan sukacita. Sekecil apapun langkah perjuangan kita, bersama kuasa kasih Allah, kita akan melihat kebaikan yang hadir kelak karena kasih Allah adalah kasih yang setia.
Dalam kesusahan hidup, kami akan terus berjuang dengan hikmat kebijaksanaan dan kekuatan kasih-Mu ya Tuhan, sebab kami percaya di dalam kuasa-Mu ada pemulihan dan pembaruan hidup. Amin
