Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis adalah seorang Imam. Namun pada sebuah kesempatan, karena dikuasai Roh Kudus, Zakharia dimampukan untuk menyatakan pesan-pesan yang tidak biasanya terucap dari mulut seorang Imam. Bukan tata cara ibadah, bukan pengulangan ayat-ayat kitab suci tanpa pemaknaan, tetapi sebuah kesadaran spiritual baru terkait apa yang akan dikerjakan oleh Yohanes anaknya kelak, dalam rencana besar Allah demi pembaruan spiritual umat Israel.

Kerinduan Zakharia dan umat sebangsanya akan kehadiran Mesias, “Pribadi yang diurapi Allah”, Anak Allah, Tuhan yang dekat, yang akan menunjukkan cara terbaru dari Allah memperbaiki dunia ini, terjawab sudah. Allah ternyata setia dengan kasih dan janji-Nya. Umat-Nya yang waktu itu seperti sedang berada dalam kegelapan akan mendapatkan terang untuk melihat dan meniti jalan damai sejahtera pemberian Allah melaui karya Mesias.
Selain itu, dari mulut Zakharia juga keluar pengharapan sekaligus penegasan tentang karya suci yang akan dikerjakan Yohanes Pembaptis anaknya. Bukan melanjutkan pekerjaan Imam, bukan mengulang ritus-ritus dalam Bait Suci, tetapi menjadi seorang nabi Allah Yang Mahatinggi. Yohanes akan membimbing orang-orang di dalam komunitasnya dengan pengertian baru tentang makna dan cara keselamatan yang dipilih Allah melalui kehadiran Mesias, Kristus, Anak Allah.
Roh Kudus, sudah memampukan Zakharia untuk menyatakan apa yang perlu dan membangun bagi komunitasnya. Kelak anaknya, yaitu Yohanes Pembaptis, sungguh mengerjakan dengan penuh keberanian dan kesetiaan, apa-apa yang dinubuatkan dan dinasihatkan Allah melalui perkataan ayahnya.
Karya Allah yang sudah melibatkan Zakharia dan Yohanes dalam persiapan kehadiran Mesias, kiranya mencerahkan kita juga sekarang ini untuk menyadari bahwa Allah pun akan melibatkan kita untuk menggunakan pikiran, hati, mulut, tangan dan kaki kita supaya nasihat Tuhan, yang dapat kita ibaratkan seperti terang itu terdengar dan dialami oleh orang-orang di sekitar kita, sampai kegelapan lenyap sepenuhnya.
Terima kasih untuk kemurahan hati dan kasih sayang-Mu ya Tuhan. Berikan kekuatan bagi kami supaya berani menularkan terang kasih-Mu di tengah kegelapan dunia. Amin.
