Jika Tuhan mengizinkan kita hadir di dunia ini, pasti ada maksud mulia dari-Nya. Awal hidup kita bukan kebetulan, demikianlah bahasa iman kita. Awal yang baik dari kehidupan kita dalam pandangan Tuhan, semestinya pun diakhiri dengan baik kelak dalam lingkup cinta kasih anugerah-Nya.

Semua orang mendapat waktu dan kesempatan yang sama dalam mengisi waktu antara awal dan akhir kehidupannya. Memang, tidak semua orang mampu mencermatinya. Bersyukurlah jika kita mampu mencermatinya, sebab dengan demikian walaupun kita sudah mengalami jatuh bangun dalam kehidupan, kita tetap berpaut pada pengharapan yang baik bahwa akan selalu ada waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita untuk dijadikan baru dan lebih baik semakin hari, sampai pada saatnya kita menerima istirahat kekal.
Gambaran kemenangan iman yang disampaikan Yesus kepada Yohanes melalui pewahyuan yang dicatat dalam Kitab Wahyu, menjadi pemacu bagi kita, bukan semata-mata untuk mengejar upah yang dijanjikan Kristus. Tetapi justru untuk mengawali mulai sekarang ini, hidup yang telah dimenangkan oleh Kristus. Hidup yang percaya bahwa kita semua dapat tiba pada kesimpulan akhir yang indah, saat kita mau menyambut anugerah jalan keselamatan dari-Nya, dengan menyangkal diri dan memperjuangkan kasih apapun resikonya, karena kita tahu bahwa perjuangan dalam kasih Kristus, sungguh berujung pada kehidupan yang benar-benar hidup.
Dalam kekekalan kasih-Mu saja kami aman berpaut ya Tuhan. Temanilah kami selalu dengan hikmat-Mu untuk mengawali dan mengakhiri hari ini dengan cinta kasih. Amin.
