Dalam kisah Injil Yohanes 21:1-14, dicatat murid-murid yang salah kaprah tentang kemesiasan Yesus berkumpul pasca kebangkitan Yesus. Bukan hanya salah kaprah, mereka juga salah kiprah. Lalu apa yang dilakukan Yesus bagi mereka?
Dari kumpulan 7 murid Yesus yang dicatat Yohanes dalam penampakkan Yesus di tepi Danau Tiberias (Yoh. 21:1-14), 5 orang di antaranya (71%), tercatat pernah salah kaprah tentang kemesiasan Yesus.
Simon Petrus, pernah menegor Yesus sewaktu Yesus menceritakan tentang jalan derita yang akan dipilih & ditempuh-Nya.
Tomas yang disebut Didimus, pernah meragukan kesahihan kesaksian koleganya perihal kebangkitan Yesus.
Natanael dari Kana yang di Galilea, pernah mencibir Nazaret daerah asal Yesus.
Anak-anak Zebedeus, pernah begitu bersemangat mengejar posisi terhormat dalam gerakan Yesus sampai² melibatkan ibu mereka untuk memohon pada Yesus (catatan Matius).
Dan di tepi danau Tiberias itu, para eks salah kaprah itu ikut Simon Petrus menjala ikan, bukan menjala manusia seperti ajakan Yesus dahulu kala.
Keindahan catatan Yohanes terlihat manakala Yesus nimbrung dengan sapaan hangat dalam pertanyaan² yang menggugah kesadaran spiritual di tengah aktivitas ‘salah kaprah’ (kembali) mereka. Yesus bahkan menjamu mereka dengan kelimpahan ikan untuk menemani sarapan roti di pinggir pantai.
Yesus yang bangkit, setia dengan segenap upaya-Nya mendidik dan mengajar para murid tentang makna keberlimpahan hidup sebagai pengikut-Nya, sekaligus makna pemberian diri bagi dunia dalam kuasa pemeliharaan-Nya.
Syukur pada akhirnya para murid salah kaprah itu terselamatkan dalam perjumpaan penuh anugerah itu. Mereka semua dibimbing untuk tidak salah kaprah dan salah kiprah sebagai pengikut Kristus.
Kabar baiknya ialah, berbahagialah para pengikut Yesus yang salah kaprah dalam mengikut Yesus, sebab Yesus setia menjumpai dengan berbagai cara dalam keseharian hidup supaya salah kaprah tidak berlanjut kepada salah kiprah.
Oh ya, mungkin Yohanes sengaja menyebut 2 murid lainnya anonim, supaya Anda dan saya dapat ‘ikut merasakan dan menyelami’ perjumpaan supranatural sekaligus natural itu dalam karya langkah ikut Yesus kini dan di sini juga?

